Menjadi Orang Yang Bermanfaat

Oleh: Hanum Fakhri Zaki

Dalam menjalani kehidupan ini, islam sebagai agama yang rahmatal lil ‘alamin (memberikan rahmat bagi seluruh alam) banyak sekali tuntunan tentang hubugan hamba dengan Rabb-nya (habluminallah) dan juga hubunngan hamba dengan sesama manusia (hablu minanas).Banyak sekali amalan

dapat kita lakukan untuk menjalankan hal tersebut yang sudah ada tuntunannya di dalam Al-Qur’an ataupun juga di dalam hadist. Seharusnya , amalan-amalan seorang hamba dengan Allah dan dengan sesama manusia itu bisa seimbang.

Dari banyaknya amalan-amalan yang dapat dilakukan itu, ternyata ada beberapa amalan yang sangat Allah sayangi. Sebenernya amalan itu jika dilihat secara sekilas mungkin biasa-biasa saja, sehingga banyak manusia yang terlena. Amalan apakah itu ?, “membantu saudaranya untuk memenuhi
hajatnya”. Terkadang kita rasa hal tersebut adalah sesuatu yang biasa saja, namun siapa sangka jika amalan itu dilakukan dengan tulus dan ikhlas, maka amalan itu lebih Rasulullah sayangi daripada ber
I’tikaf di masjid Nabawi selama satu bulan penuh. Berikut ini adalah sabda Rasulullah SAW,.

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no.13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176).

Pastinya setiap kita ingin menjadi orang yang bermanfaat, namun bagaimana jika pertanyaan selanjutnya adalah apakah kita mau dimanfaatkan?, pastinya kita akan berfikir-fikir lagi untuk menjawabnya. Setiap orang pasti punya pertimbangan masing-masing dalam menyikapi pertanyaan itu. Akan tetapi esensi yang tidak akan pernah hilang adalah tetap berusaha menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain. Secara tak sadar, biasanya kita harus rela mengorbankan kepentingan kita sendiri untuk membantu orang lain ketika mereka mempunyai hajat, contohnya adakah ketika kita sedang nyaman bersantai di kasur dan tiba teman kita meminta bantuan kita untuk mendorongkan motornya karena habis
bensin, tentunya untuk beranjak dari zona nyaman kasur dan berpindah mebantu teman kita itu adalah suatu hal yang tidak mudah. Namun disitulah Allah akan memberikan balasan yang baik kepada kita
ketika kita mau membantu meringankan beban teman kita itu. Tetaplah beusaha dan mencoba untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini:
Optimized with PageSpeed Ninja